- PEMAKAIAN PROTESA GIGI TERBARU
Mengatasi gigi bermasalah atau sakit gigi dengan mencabutnya, tampak sebagai akhir dari suatu penderitaan. Kalau lah memang demikian, maka tentu saja akan lebih baik jika kita cabutkan saja semua gigi yang ada dalam rongga mulut, karena itu berarti tak akan pernah ada penderitaan gigi yang akan kita alami. Tetapi tentunya tidak demikian, karena sebagus apapun protesa gigi, gigi asli tetap lebih baik.
Hilang nya gigi atau “ompong” dapat di sebabkan oleh hal-hal berikut ini, antara lain:
1. Faktor Genetik
Ada orang yang benar-benar tidak mempunyai satu gigi pun, biasanya faktor keturunan. Dan ada pula yang tidak mempunyai satu atau 2 gigi atau lebih , tapi tidak ompong seluruhnya.
2. Faktor penyakit tertentu.
Kelainan fungsi tubuh (penyakit sistemik) misalnya Diabetes Melliltus stadium lanjut yang biasanya giginya tanggal dengan sendirinya.
3. Faktor lokal dari dalam gigi/ rongga mulut.
Misalnya karies atau infeksi jaringan gusi dapat mengakibatkan ketahanan dan kekuatan jaringan pendukung berkurang sehingga menyebabkan gigi goyang/ mahkota gigi habis sehingga gigi tidak dapat dipertahankan dan akhirnya di cabut.
4. Pencabutan karena indikasi perawatan ortodonti atau prostodonti
5. Lain – lain, misalnya karena trauma/ kecelakaan
Apakah semua gigi yang dicabut perlu diganti dengan protesa gigi? Jawabannya adalah TIDAK. Pencabutan gigi dapat menimbulkan beberapa konsekuensi yang mengharuskan penggantian dengan protesa gigi, misalnya pencabutan pada gigi depan, terutama rahang atas. Tapi ini pun tidak menjadi masalah, jika estetik tidak dipersoalkan.
Pencabutan gigi dapat menyebabkan ketidakstabilan dari gigi yang masih ada, yang akan bergeser sebagai respon terhadap gigi yang hilang tersebut. Pergeseran gigi ini tergantung pada faktor-faktor berikut :
1. Usia
Makin muda waktu pencabutan, makin cepat pergeseran gigi terjadi.
2. Posisi gigi dalam rongga mulut.
Kehilangan gigi belakang lebih besar pengaruhnya terhadap pergeseran gigi ini dibandingkan dengan gigi depan. Pencabutan gigi paling belakang tidak akan berpengaruh terhadap gigi depannya. Paling tidak, akan bertambah panjang/ hypereruptions/ extrusion, dari gigi lawannya (atas atau bawahnya)
3. Bruxism (mengkerot-kerotkan gigi)
Jika terdapat kebiasaan mengkerot-kerotkan gigi, pergeseran gigi akan bertambah hebat dan cepat.
Akibat pencabutan gigi yang tidak diganti dengan protesa gigi antara lain :
Faktor estetis
Terutama jika gigi yang hilang adalah gigi depan.
Proses pengunyahan terganggu.
Terlebih jika gigi yang tanggal adalah gigi belakang apalagi dalam jumlah yg banyak.
Menyebabkan gigi renggang/ pergeseran gigi ke tempat yang kosong.
Jika hal ini berlanjut terus akan mengakibatkan gigi renggang sehingga menjadi tidak beraturan.
Menimbulkan masalah pada gigi dan jaringan pendukung gigi.
Akibat gigi renggang tadi, maka mudah terjadi impaksi makanan, sehingga dapat terjadi peradangan pada gusi.
Berubahnya hubungan kontak antara gigi bawah dengan yang atas waktu mulut di tutup (oklusi gigi). Biasa terjadi pada kasus kehilangan gig molar pertama. Karena merupakan kunci oklusi gigi.
Menimbulkan masalah pada TMJ (Temporor Mandibular Joint), akibat traumatic oklusi
Gigi antagonis/ lawan akan tampak tumbuh lebih panjang/ modot.
Mengganggu fungsi bicara/ pengucapan tidak jelas.
Faktor psikologis
Mengakibatkan gangguan kesehatan.
Pipi menjadi kempot sehingga terlihat lebih tua, karena dukungan pipi hilang.
Secara umum ada dua macam protesa gigi, yaitu lepasan dan cekat. Protesa gigi cekat di bagi menjadi dua macam, ada yang di gandengkan ke gigi sebelahnya dan ada yang di tanam ke dalam tulang rahang, atau implant.
Protesa Gigi Lepasan
Adalah protesa gigi yang mudah di lepas pasang oleh pasen, yang terbuat dari akrilik atau metal/ logam. Kelebihan protesa gigi lepasan ini antara lain:
- Mudah pengerjaan nya.
- Mudah di pasang oleh pasen
- Mudah dibersihkan
- Harga lebih murah
Tidak ada indikasi khusus, selain penyembuhan dan penutupan gusi telah sempurna pasca pencabutan gigi.
Potesa Gigi Cekat
Adalah jenis protesa gigi yang permanent, yang tidak dapat di lepas oleh pasen. Ada dua macan, yang di lekatkan ke gigi sebelahnya dan yang di tanam atau implant.
Protesa gigi cekat yang di lekatkan ke gigi sebelahnya dimana gigi sebelah nya di asah terlebih dahulu, kemudian di buatkan mahkota dan di lekatkan ke permukaan gigi yang sudah di asah tersebut, sehingga membentuk suatu jembatan/ bridge. Sedangkan gigi cekat implant, di tanam ke tulang rahang. Merupakan protesa gigi yang sangat ideal. Cara pemasangannya melalui proses pembedahan. Setelah gusi di buka, tulang di dalam nya dibor untuk pemasangan pen yang berfungsi sebagai pegangan protesa, kemudian di buatkan mahkota, bisanya dari bahan porselen.
Valplast
Adalah protesa gigi lepasan yang terbuat dari bahan Nilon termoplastis. Sangat tepat untuk pemakaian protesa gigi lepasan sebagian (menggantikan beberapa gigi yang hilang). Ada beberapa keuntungan pemakaian Valplast ini, antara lain:
-Kuat
-Flexibel
-Nyaman
-Tanpa kawat
-Estetis lebih baik
-Iritasi jaringan minimal.
Kegunaan Valplast yang antara lain adalah :
Untuk Splint TMJ.
Untuk pasen dengan alergi pada akrilik (bahan protesa gigi yang biasa)
Dapat dikombinasikan dengan protesa lepasan frame logam.
Mempunyai bahan yang baik untuk semua jenis protesa lepasan, dan tidak mudah patah atau pecah kalau terjatuh.
Cara pemasangan Valplast
1. Sebelum dipasang pada mulut pasen, Valplast ini derendam dulu di dalam air panas (± 80 °C) beberapa menit, kemudian angkat dan biarkan sampai hangat-hangat kuku, baru di pasangkan di mulut pasen.
2. Jika terlalu menekan, rendam kembali di ari panas, tarik keluar bagian yang menekan, kemudian pasang kembali.
3. Jika terlalu longgar, rendam kembali di air panas, dan tekan ke dalam.
4. Anjurkan bagi pasen untuk melepasnya dan merendam di air biasa pada waktu malam hari.
Sunday, December 21, 2008
pemakaian protesa gigi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Valplast, informasi yang aku cari2, makasi mas de... :)
ReplyDelete