Panduan Menyikat Gigi
Menggosok gigi menyebabkan nafas segar, memperbaiki penampilan gigi Anda, dan menghilangkan plak serta sisa makanan dari permukaan gigi. Bila plak dibiarkan selama 24-48 jam, ia dapat mengeras dan menimbulkan penyakit pada gusi dan akhirnya menyebabkan gigi tanggal. Begitu plak berubah menjadi keras, maka hanya dokter gigi atau ahli kesehatan gigi yang dapat menghilangkannya.
Ada banyak ukuran dan bentuk sikat gigi yang tersedia di pasaran. Sikat gigi yang dapat Anda pegang dengan enak dan berbentuk sedemikan rupa sehingga mampu mencapai semua bagian dalam mulut Anda, dapat digunakan untuk menyikat gigi. Sikat yang memiliki bulu lembut adalah yang paling efektif. Bulu lembutnya dapat mencapai sela dan ruang gigi dimana plak dan sisa makanan terkumpul. Karena lembut, maka kemungkinan bulu tersebut melukai gigi dan gusi sangatlah kecil. Dengan tersedianya banyak pilihan bentuk serta ukuran sikat gigi bagi anak-anak, mereka akan terbantu untuk membiasakan diri merawat gigi dengan benar demi keuntungan seumur hidup mereka. Biasanya sikat gigi perlu diganti sekitar tiga hingga empat bulan sekali.
Pastikan Anda menyikat gigi paling tidak dua kali sehari menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sikat secara lembut dengan gerakan-gerakan pendek dan tekanan yang cukup sehingga Anda dapat merasakan tekanan bulu pada gusi. Ujung bululah yang membersihkan gigi, jadi jangan ditekan terlalu kuat. Ingatlah untuk merubah posisi sikat dengan gerakan perlahan melewati permukaan setiap gigi.
Pegang sikat sedemikian rupa sehingga bulu sikat bersentuhan dengan permukaan gigi tepat berbatasan dengan gusi. Gerakkan sikat dengan lembut ke depan dan ke belakang. Gunakan gerakan-gerakan pendek. Gosok dengan lembut seluruh permukaan gigi atas dan bawah bagian luar. Dengan menggunakan gerakan pendek ke depan dan ke belakang, sikatlah permukaan seluruh gigi bagian dalam. Sikat permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah terutama bagian-bagian yang mungkin menyimpan sisa makanan. Gunakan ujung sikat gigi untuk membersihkan gigi bagian depan dengan gerakan ke atas dan ke bawah. Akhirnya, sikatlah lidah Anda untuk membuat mulut terasa bersih dan nafas segar.
Menjaga Kesehatan Gusi Anda
Anda mungkin terkejut bila mengetahui bahwa 32 juta hari kerja hilang setiap tahunnya karena masalah gigi. Salah satu penyebab utama (apalagi karena sekarang masalah gigi berlubang telah dengan mudah teratasi) adalah penyakit gusi. Ini adalah penyebab utama hilangnya gigi pada orang dewasa. Menurut statistik, tiga dari empat orang terkena penyakit gusi, dan lebih dari separuh orang dewasa mengalami sesuatu yang berkaitan dengan itu. Ada beberapa jenis penyakit gigi, tetapi mereka semua memiliki satu hal yang sama: dapat menyebabkan rusaknya gusi dan/atau hilang tulang yang menyangga gigi.
Penyebab utama penyakit gusi adalah bakteri plak. Plak dapat diatasi dengan penyikatan setiap hari dan pembersihan (flossing) secara teratur. Bila tidak, plak akan mengeras di gigi, menjadi suatu zat yang disebut calculus. Toksin-toksin yang dihasilkan bakteri di dalam plak akan mengganggu gusi dan membunuh lapisan-lapisan yang melindunginya. Gusi akan mundur dari gigi, membentuk kantung-kantung berisi plak. Bila tidak segera diobati, tulang yang menyangga gigi akan rusak dan gigipun tanggal.
Karena penyakit gusi tidak menimbulkan rasa sakit, ini seringkali tidak dirasakan oleh mereka yang mengalaminya. Karena itulah sangat penting untuk memeriksakan gigi secara berkala. Bila diketahui di tahap awal, penyakit gusi ini dapat dengan mudah diobati. Pendeteksian ini mencakup pemeriksaan gigi berkala untuk memastikan warna dan kekuatan gusi, bagaimana masing-masing gigi berdiri dan mungkin saja pengambilan x-ray untuk mengevaluasi tulang penyangga gigi. Langkah-langkah pencegahan ini harus menjadi bagian dari setiap pemeriksaan gigi yang lengkap. Mengkonsumsi makanan yang bergizi dan tidak merokok juga merupakan taktik pencegahan yang baik. Pastikan Anda memiliki gigi yang sehat di masa datang. Perlakukan mereka dengan baik, sekarang.
Menjaga Senyum Tetap Cemerlang
Kunjungan ke dokter gigi secara berkala adalah hal yang baik, tetapi dokter gigi Anda hanya mampu melakukan setengah dari apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut. Untuk tujuan tersebut, Anda dan dokter gigi Anda harus bekerja sama.
Sangat mudah. Setiap orang mengetahui kegunaan merawat mulut: gigi yang lebih kuat, gusi yang lebih sehat dan tagihan dokter gigi yang lebih rendah. Selain itu bukti-bukti juga menunjukkan bahwa penyakit rongga mulut dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya, seperti sakit kepala. "Kombinasi antara makanan yang sehat dan perawatan gigi yang benar dapat membantu mempertahankan kecemerlangan senyum," demikian Miles Hall, Direktur Nasional Kesehatan Gigi dari Kesehatan Gigi CIGNA. Hall menyarankan tip-tip berikut:
Batasi gula dan kanji. Gula menghasilkan asam yang menempel pada plak, lapisan lengket yang terbentuk pada gigi Anda, menghancurkan email gigi dan menyebabkan kerusakan. Untuk menetralkan asam ini, cobalah mengkonsumsi sedikit keju Cheddar, Monterey Jack atau Swiss, yang akan merangsang produksi air liur. Kuatkan hati Anda! Bila Anda harus mengemil, makanlah buah segar, sayuran dan produk-produk gandum yang tidak sempurna penggilingannya (whole-grain). Hindari permen manis dan mint yang harus dikulum lama di mulut. Pastikan Anda meminum air dalam jumlah yang banyak sesudahnya untuk memecah dan menghindari serangan asam. Gunakan pasta gigi ber-fluoride. Gosok gigi anda selama 3 menit sekurang-kurangnya dua kali sehari dan selalu sebelum tidur karena selama Anda tidur, mulut hanya memproduksi sedikit air liur yang berguna untuk menghancurkan bakteri. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan gantilah setiap tiga hingga empat bulan sekali - lebih cepat bila bulu sudah mulai rusak. Bersihkan gigi setiap hari. Sikat gigi tidak mampu membersihkan sela-sela gigi, jadi setelah potongan kue terakhir, gunakanlah floss atau tusuk gigi khusus. Kunjungi dokter gigi secara teratur. Jadwal kunjungan dua kali setahun kepada dokter gigi Anda akan menurunkan kadar kerusakan yang ditimbulkan oleh timbunan tartar. Identifikasi masalah kecil di tahap awal akan mencegah lubang atau penyakit gusi. Lindungi gigi Anda. Jangan mengunyah es batu atau biji popcorn. Jangan gunakan gigi Anda sebagai alat. Hindari tembakau - ia dapat menyebabkan penyakit gusi.
Mencegah Kebusukan Pada Gigi
Kita semua adalah hasil evolusi - termasuk gigi kita. Ke enam gigi depan telah berevolusi sehingga memiliki "ujung datar" di bagian atas. Ujung ini berguna untuk merobek atau memotong makanan sehingga seringkali disebut juga sebagai gigi pemotong.
Kebalikannya, gigi bagian belakang telah berkembang dengan tujuan fungsi yang berbeda. Ujung gigi-gigi ini menyerupai miniatur bukit, lembah dan jurang yang sangat efisien dalam "menggiling" makanan.
Lembah dan jurang inilah yang menimbulkan tantangan terhadap perawatan kesehatan gigi. Mereka sangat berpotensi untuk rusak karena mereka merupakan perangkap sisa makanan, agak sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi, dan lapisan email pelindung gig di bagian ini biasanya lebih tipis. Hampir 60% lubang gigi yang terdapat pada anak-anak terjadi pada gigi belakang mereka, baik gigi susu maupun permanen.
Untuk mencegah bakteri dan sisa makanan, sebuah penutup khusus (sealant) dapat diberikan untuk melindungi permukaan gigi belakang yang digunakan untuk mengunyah sehingga menurunkan resiko kerusakan. Pemberian sealant ini merupakan prosedur sederhana dan memakan waktu singkat serta tidak memerlukan anestesi lokal.
Sebuah sealant dapat bertahan hingga 10 tahun, tapi membutuhkan pemeriksaan berkala untuk memastikan bahwa penutup tersebut tidak robek atau rusak karena pemakaian.
Anak-anak harus diberikan sealant pada gigi geraham begitu geraham mereka muncul -sebelum lubang sempat terbentuk. Geraham permanen yang pertama biasanya muncul antara usia 5-7 tahun, sedangkan geraham permanen ke dua muncul antara usia 11 dan 14 tahun. Gigi lainnya seperti geraham susu, gigi permanen lainnya selain geraham, dan beberapa gigi depan mungkin saja diberi sealant, tergantung pada berapa dalam "jurang" atau "lembah" pada giginya. Pemeriksaan sederhana oleh dokter gigi Anda dapat menunjukkan gigi mana yang membutuhkan sealant.
Mencegah kebusukan gigi di tahap dini akan menghemat pengeluaran Anda karena Anda telah menghindari keharusan untuk menambal lubang setiap gigi yang rusak. Bila berhubungan dengan sealant gigi, sedikit pencegahan sama artinya dengan sejumlah besar pengobatan. |
No comments:
Post a Comment